Tips Flashcard untuk Pelajar Bahasa Indonesia: Kata yang Menempel

Bahasa Indonesia sering disebut salah satu bahasa termudah bagi penutur bahasa Inggris, dan klaim itu sebagian besar benar. Tidak ada konjugasi kata kerja, tidak ada gender gramatikal, tidak ada kesesuaian kata benda dengan kata sifat, dan tidak ada akhiran kala — waktu dibawa oleh kata seperti sudah dan akan, bukan dengan mengubah kata kerjanya. Kamu bisa mengatakan banyak hal dalam beberapa minggu.

Kesulitannya terletak di tempat lain: derivasi. Bahasa Indonesia membangun sebagian besar kosakatanya dengan menempelkan imbuhan pada kata dasar, dan satu kata dasar bisa menghasilkan seluruh keluarga kata dengan makna berbeda dan jenis kata berbeda. Pelajari daftar kata mentah dan kamu akan mengenali ajar sambil melewatkan enam kata yang dibangun darinya.

Satu kata dasar, sekeluarga kata

Inilah pola yang harus ditangkap kartumu:

Kata turunanMakna
ajar(dasar) ajar
mengajarmengajar
belajarbelajar
pelajarsiswa
pengajarpengajar
pelajaranpelajaran, mata pelajaran

Melihat ajar dalam teks, kamu mungkin tak menghubungkannya dengan pelajaran. Kartukan keluarganya alih-alih kata dasarnya saja, dan hubungan itu menjadi otomatis. Bentuk yang sama muncul berulang: tulis memberi menulis, penulis, tulisan, tertulis; kerja memberi bekerja, pekerja, pekerjaan.

Pelajari imbuhannya, bukan tiap kata

Karena imbuhan yang sama muncul di mana-mana, sekumpulan kecil kartu berbuah di ratusan kata. Imbuhan yang layak diketahui lebih awal:

  • meN- membentuk kata kerja aktif: menulis, mengajar, membeli. Ia punya alomorf — men-, mem-, meng-, meny-, me- — yang bergantung pada bunyi pertama kata dasarnya.
  • ber- membentuk keadaan atau kegiatan: bekerja, belajar, bermain.
  • -kan membuat kata kerja kausatif atau benefaktif: mengirimkan (mengirim), membelikan (membeli untuk orang lain).
  • -i menandai lokasi atau tindakan berulang: mengajari (mengajari orang), menghampiri (mendekati).
  • ter- menandai keadaan tak sengaja atau sebagai hasil: tertulis, terbuka.
  • peN- dan -an membentuk “orang yang” dan kata bendanya: penulis, pelajaran.

Jangan kartukan daftar imbuhan sebagai aturan untuk diceritakan. Kartukan dua atau tiga kata nyata yang memakai imbuhan sama, supaya polanya adalah sesuatu yang sudah kamu lihat alih-alih sesuatu yang kamu hafal.

Letakkan kalimat utuh di kartu

Dalam bahasa berfleksi, kamu bisa mengartukan satu kata dan tanda tata bahasanya ikut terbawa. Bahasa Indonesia bersifat analitis: peran sebuah kata bergantung pada urutan kata dan imbuhannya, jadi kartu kata-ke-terjemahan yang polos membuang bagian yang justru harus kamu pelajari. Letakkan kalimat pendek di kartu — satu kalimat di mana imbuhannya terlihat — sehingga kartunya mengajarkan pemakaian, bukan sekadar makna lepas. Kartu yang dibangun di sekitar membeli di dalam “Saya membeli buku di pasar” menguji kata yang benar-benar bisa kamu ucapkan, dalam bentuk yang benar-benar bisa kamu pakai ulang.

Kata serapan itu gratis — dengan peringatan

Bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa Belanda, Inggris, Arab, dan Sanskerta, sehingga cukup banyak yang sudah akrab: komputer, kantor, handuk, kursus, sistem, operasi. Tandai ini sebagai mudah dan biarkan penjadwal berhenti menghabiskan waktu di mereka.

Peringatannya adalah serapan itu bergeser. Ejaan dan pelafalannya diubah agar sesuai dengan bahasa Indonesia — handuk berasal dari bahasa Belanda handdoek, kantor dari kantoor — sehingga kata yang tampak akrab belum tentu terdengar seperti dugaanmu. Sebagian serapan juga telah bergeser atau menyempit maknanya, dan beberapa tampak Inggris padahal sama sekali bukan Inggris. Akrab tidak sama dengan identik.

Mulai dari yang kamu jumpai, bukan dari daftar

Cara tercepat membangun dek yang berguna bukan membuka daftar kosakata, melainkan mencatat kata yang benar-benar kamu jumpai hari itu — di berita, obrolan, atau lagu — lalu membangun kartunya dari situ. Kata-kata itu sudah punya konteks di kepalamu, dan itulah yang membuatnya menempel lebih cepat daripada seratus kata dari daftar kering. Deknya tumbuh lebih lambat, tapi setiap kartunya berharga.

Tetapkan batas kartu baru yang kecil

Jebakan bahasa yang mudah adalah godaan untuk menambahkan empat ratus kata di minggu pertama. Bahasa Indonesia membuat itu menggoda, lalu setiap ulangan mendarat sekaligus. Tetapkan batas yang bisa kamu pegang — EnjoyCards mengatur dari 1 sampai 100 kartu baru sehari — dan biarkan FSRS memberi jarak pada ulangannya. FSRS memunculkan tiap kartu kembali tepat sebelum kamu lupa dan butuh kira-kira 20–30% lebih sedikit ulangan daripada sistem SM-2 yang lama pada retensi yang sama. Kamu menilai Ulangi, Sulit, Bagus, atau Mudah, dan jeda berikutnya ditampilkan di tombolnya — 10m, 2d, 15d — sehingga keputusannya terlihat sebelum kamu memutuskan.

Kapan tidak melatih flashcard

Tata bahasa Indonesia yang ringan membuat kartu kosakata luar biasa berbuah — dan sekaligus membuatnya mudah untuk terlalu banyak berinvestasi di sana. Kalau kamu tak pernah menyimak, kamu akan membaca bahasa Indonesia tanpa mengikuti percakapan, dan imbuhan yang mengubah makna jauh lebih mudah didengar dalam ucapan daripada disimpulkan dari kartu. Kalau kamu memakai flashcard sebagai pengganti bicara, kamu akan membangun dek alih-alih kebiasaan berbicara. Kartukan yang sudah kamu jumpai, lalu pergi menjumpai lebih banyak.

Kalau kamu ingin struktur bulanan, rencana kosakata 30 hari bekerja di sini sebagaimana di tempat lain. Untuk memberi makan dek dari masukan nyata, lihat mengumpulkan kosakata dari bacaan dan film; untuk membuat kartunya sendiri dengan baik, panduan kartu kosakata membahas formatnya.

Unduh EnjoyCards gratis dan mulai dengan sepuluh kata — beserta keluarga kata yang dibangun darinya.

Poin-poin penting

  • Satu kata dasar, sekeluarga kata
  • Pelajari imbuhannya, bukan tiap kata
  • Letakkan kalimat utuh di kartu
  • Kata serapan itu gratis — dengan peringatan
  • Mulai dari yang kamu jumpai, bukan dari daftar
  • Tetapkan batas kartu baru yang kecil
Bagikan artikel ini